Batu Bersusun
Menyusuri senyummu yang beku
Ada rindu bergemuruh
Senang, lirih perih
Bahagia, bisu membatu
Batu bersusun, rinduku beralun
Muramkan senja dalam gerimis
Kuning pekat tak bening tapi hening
Di sini,
Ada perih – lirih mengumandangi rindu
Ada percik obsesi yang penuh pisau
Malam ini aku ingin bersamamu
Bersandar harap di batumu bisu
Merenungi sesaat kilat yang lewat
Menghujani rindu dengan sisa isak
Di sini,
Aku kedinginan dalam gigil rinduku
Ada “serta” yang tak ikut
"Ma, kembalilah!"
Banjarmasin, 10 Desember 2003
